Sambangi Kantor Disnakertrans, SBMI Lotim Tuntut Kembalikan Uang CPMI Polandia

Massa Aksi SBMI Lotim Dan CPMI Polandia Di Gedung DISNAKERTRANS Lotim

Lombok Timur, terashukum.com - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam SBMI Lombok Timur yang diantaranya adalah CPMI polandia menggelar aksi demonstrasi geruduk kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur menuntut pengembalian uang yang sudah diserahkan ke PT. Bgoes Bersaudara. (1/4/2022).


Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Lombok Timur Bung Usman sapaan akrabnya menyampaikan  supaya biaya yang sudah dikeluarkan dikembalikan kepada CPMI Polandia. Karena sebelumnya para CPMI ini sudah menyerahkan uang kepada pihak penyalur PT Bagoes Bersaudara.


"Jika diakumulasi, total seluruh dana yang telah di serahkan mencapai Rp 3,5 miliar" ungkap Bung Usman


Sebanyak 211 CPMI telah mendaftarkan dirinya untuk bekerja ke polandia melalui PT. Bagoes Bersaudara dengan cara yang bervariasi, ada yang melalui PL/Sponsor dan ada yang secara langsung ke kantor PT tersebut. Uang yang sudah di serahkan juga bervariasi dikisaran Rp 15.000.000 sampai Rp 42.000.000 dan ada bukti juga bahawa mereka ada yang sudah diambil uangnya dari Rp 42.000.000 sampai Rp 45. 000.000. 


Masih lanjut Bung Usman dari 211 orang CPMI Polandia ternyata bertambah lagi menjadi 238 orang secara keseluruhan yang sudah mendaftar, akan tetapi yang terdaftar disistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri BP2MI hanya 165 orang.


"berarti yang sisanya  lebih dari itu bahwa itu yang dilakukan jelas jelas penipuan yang di lakukan" kata Bung Usman


Pihak disnaker kita ingatkan juga supaya ini benar-benar dihentikan. Kalapun ada PT yang beroperasi itu harus diteliti jangan sampai seperti PT Bagoes Bersaudara ini yang dimana seharusnya merekrut PMI 165 orang ternyata bisa merekrut orang sampai 238 orang.


"ini kan sudah jelas melakukan penipuan" tegasnya


Ia juga menyampaikan akan melakukan upaya hukum dengan cara pihaknya akan mendorong pihak disnakertrans untuk sama-sama diserahkan ke APH yaitu kepolisian untuk ditangani supaya ditangkap semua pelaku kejahatan ini.


"inikan merupakan kejahatan, melakukan penipuan dan perdagangan orang" lanjutnya


Terkait dengan deadline waktu pengembalian uang CPMI, sebenarnya batas akhir tanggal 31 maret 2022 tetapi pihak PT tidak ada yag membawa uang dan hanya berkomunikasi melalui HP ternyata uangnya  tidak ada padahal pihak PT sudah berkomunikasi dengan Disnaker juga dengan SMBI dari minggu sebelumnya untuk membawa uang akan tetapi mereka tidak ada dan kabur. 


Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Lotim Ahmad Wardi mengatakan, memang sejak awal pada tahun 2021 yang kepolandia ini yang bermasalah adalah PT Bgaoes Bersaudara dan sudah beberapa kali dilakukan mediasi yang terakhir tanggal 10 maret dan kita hadirkan dari kementrian, BP2MI NTB. Akan tetapi tidak ada komitmen, sehingga hari ini para korban ini menyuarakan kapan di kembalikan dananya.


"Dinas sudah memyelasaikan tahapan peyelesaian dari mediasi pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan sudah melayangkan surat pengaduan ke kemenaker pusat terkait pengembalian dana yang belum berangkat ke Polandia ini" kata Ahmad Wardi


Ia juga menyampaikan negara yang membuka penempatan PMI berdasarkan perubahan yang ketujuh ada 59 negara kecuali Arab Saudi dan Malaysia. polandia memang sesuai demgan sisko masih ada pembukaan sehingga PT yg punya job order masih melaksanakan rekrutmen.


"Terkait masalah ini mungkin kita akan hentikan sementara, melihat proses dari ini selesai dulu supaya tidak menumpuk masalahnya" Tutupnya (gia/TH)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama