Dinilai Janggal Aktvis Lotim Pertanyakan Pengadaan Sarung Senilai Miliaran Rupiah

Peserta Hearing Diaula Bakesbangpoldagri Lotim 

Lombok Timur, terashukum.com - Sekelompok aktivis pergerakan Lombok Timur menyoroti terkait dengan pengadaan kain sarung dengan nilai sebesar Rp 8 Miliar yang dilakukan oleh Dinas Sosial Lotim. Karena dinilai adanya kejanggalan dalam pengadaan tersebut, para aktivis ini melakukan hearing di aula Bakesbangpoldagri Lombok Timur yang dihadiri langsung oleh kepala Bakesbangpoldagri, dan Kelompok kerja (Pokja) ULP Setdakab Lotim. (24/3/2022)


”Kami melihat ada kejanggalan dalam tander proyek pengadaan kain sarung yang nilainya Miliaran rupiah tersebut,” kata Hendrawan saat diberikan kesempatan pertama menyampaikan pandangannya


Menurutnya dalam spesifikasi kain sarung tersebut seharusnya diumumkan secara terbuka, akan tapi justru kami menilai pihak PPK bersama ULP terkesan menutup-nutupi dan kurang terbuka kepada peserta tander dan masyarakat. Melainkan justru sudah beberapa hari setelahnya baru dipublikasi, setelah salah satu peserta tander sudah menjadi pemenang dan masuk mendapatkan bintang.


”Kami melihat ada pra kondisi yang dilakukan oknum disini dalam tander sarung ini” ungkapnya 


Kami juga sudah bersurat ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengenai masalah tander ini. Hendra yang juga ketua PGK NTB meminta supaya dalam hearing ini dihadirkan Kadis Sosial, PPK dan Kabag ULP secara langsung untuk memberikan penjelasan dengan detail.


Maka dari itu kami menduga kalau dalam tander proyek lelang sarung ini ada permainan. Apalagi para pemangku kebijakan tidak hadir dalam hearing tersebut yang hanya mengutus perwakilannya saja. 


”Hearing ini dihentikan saja karena yang harusnya datang memberikan penjelasan tidak hadir, maka kami akan segera menempuh cara lain dengan melakukan aksi” kata ketua PGK NTB tersebut 


Dalam kesempatan yang sama peserta hearing lainnya, Siar sebagai koordinator AMPEL mengatakan tahun kemarin perusahaan ini yang memenangkan tander sarung dan tahun ini menang lagi.


”Dinas Sosial dinilai tidak becus dalam bekerja mengurus tander kain sarung ini, masak kontraktornya itu saja yang dimenangkan, apakah tidak ada yang lain” tegas Siar yang juga mantan ketua Senat Mahasiswa UIN Mataram 


Menanggapi hal tersebut, Pokjan ULP Ozar mengatakan pihaknya melakukan pelelangan tander sudah sesuai dengan aturan yang ada, dengan menggunakan sistem gugur satu kali. Kendati demikian peserta tander yang tidak terima tentunya diberikan ruang untuk melakukan sanggahan dengan memberikan alasan.


Namun begitu pihaknya mengakui kalau mengenai spesifikasi kain sarung tersebut terlambat dipublikasi karena ada permasalahan teknis. 


”Jumlah peserta lelang ada 11 perusahaan silahkan kalau ada yang kurang puas memberikan sanggahannya,” kata Ozar


Kepala Bakesbangpoldagri Lotim M.Isa dalam kesempatan tersebut mengatakan pihaknya hanya menfasilitasi aktivis yang ingin melakukan hearing dengan pihak Dinsos, PPK dan Kabag ULP dalam kaitan proyek pengadaan kain sarung tahun 2022.


”Kadisos sudah kita hubungi tapi tidak bisa datang karena menghadiri rapat paripurna di DPRD Lotim,” tutupnya (gia/TH)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama