Peringanan UKT Tidak Jelas, Aliansi Mahasiswa UIN Mataram Kutuk tindakan Rektorat




MATARAM, Terashukum.com -  Puluhan Mahasiswa UIN Mataram yang tergabung dalam Aliansi mengutuk rektorat karena mahalnya biyaya pendidikan. apalagi kondisi saat ini tidak pernah menggunakan fasilitas kampus namun tidak ada pengurangan uang kuliah tunggal (UKT). 


dalam aksinya itu, mereka meminta supaya UKT diberikan keringanan serta informasi di lingkungan UIN Mataram tersebut diberikan akses informasi jangan sampai dibungkam seperti saat ini. hal ini, tentunya menjadi pereseden buruk dunia pendidikan.


Koordinator Aliansi mahasiswa UIN Mataram, Thomy Satria Gunawan dalam orasinya Sejak keluhan yang disampaikan terkait problematika Mahasiswa yang di suarakan melalui Media Sosial bahkan Permohonan Audiensi dan Aksi Mimbar Bebas secara langsung namun tidak pernah di gubris oleh orang nomor 1 di lingkungan UIN Mataram. hal ini tentunya mencedrai demokrasi yang dilakukan oleh rektorat UIN Mataram. 


" Kami sudah menyampaikan problematika yang ada di UIN Mataram melalui Medsos kemudian melakukan permohonan Audensi dan aksi mimbar bebas. namun pihak rektorat tidak menyentuh apa yang menjadi keluh-kesah kami selama ini,’’ ungkap Koordinator Aliansi mahasiswa UIN Mataram, Thomy Satria Gunawan. 


Dikatakan lebih lanjut, aksi yang dilakukan ini tidak lain untuk mengetuk pintu hati rektorat agar mendengarkan keluhana mahasiswa UIN Mataram. jangan sampai ini menjadi bumerang untuk rektorat sendiri.


Selain itu, rektorat membuat kebijakan tertutup dan abai terhadap kepentingan Mahasiswa. tentunya ini menjadi persoalan yang akut. bahkan kampus UIN Mataram tercinta ini seolah-olah tidak ada ruang diaolog antara rektor dan mahasiswa.


" Hari kita turun untuk meminta kejelasan terkait UKT sebab kebijakan rektor menaikkan UKT pada mahasiswa baru serta keringanan UKT pada mahasiswa lama sampai saat ini belum jelas muaranya,’’ ujarnya


Oleh karena itu, atas kondisi ini tentunya akan mengepung Rektorat agar kejelasan bisa didapatkan langsung.


" Jangan samakan kita kayak anak kecil ayahanda Rektor. ingat kekuatan mahasiswa,’’ ancamnya. 


Menurutnya, pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk meminta pimpinan kampus terbuka dan menerima masukan diantaranya, Libatkan Mahsiswa dalam perencanaan dan program kampus, Berikan kebebasan pada Mahasiwa untuk berserikat dan berekspresi tanpa ada Tendensi dan Interfensi.


Untuk diketahui, ada 7 tuntutan aliansi UIN Mataram diantaranya, menyetop grand kenaikan UKT dan berikan pemotongan UKT di masa pandemi, mewujudkan pendidikan ilmiah, demokratisasi dan mengabdi pada rakyat. selanjutnya melibatkan mahasiswa dalam perencanaan dan program kampus. berikan kebebasan pada mahasiswa untuk berserikat dan berekspresi. selain itu, meminta rektor memberikan jaminan nilai minimal B dimasa pandemi. kemudian kebebasan berlapak baca dan diskusi. stop kriminalisasi gerakan mahasiwa, meminta menghentikan privatisasi, komersialisasi, liberalisasi. gratiskan pendidikan di masa pandemi dan perbaiki fasilitas systim siakad.


‘’ada 10 tuntutan ini menjadi problem kampus UIN Mataram saat ini,’’ tandasnya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama