Dukung Tindak Tegas Pungli, PMII Mataram : Polisi Perlu Cek Proses Pembuatan Kartu Parkir

 



Mataram, Terashukum.com - Jajaran Satuan Reskrim Polresta dan Unit Reskrim Polsek Jajaran Polresta Mataram menggelar operasi pungutan liar (pungli) dan premanisme. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang meminta jajaran kepolisian untuk memberantas pungli dan premanisme.


Razia tersebut akan dilakukan selama 14 hari terhitung mulai  dari Senin 14 Juni dan berakhir pada Minggu 27 Juni.

Sampai hari ini Polresta Mataram mengamankan sebanyak kurang lebih 86 orang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli). Tak sedikit dari mereka menolak disebut melakukan pungli kepada pedagang karena untuk iuran kebersihan.


Dalam hal ini, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram, Rafial Nazir menanggapi hal tersebut, “Kami sangat mengapresiasi kerja kerja yang dilakukan oleh aparat kepolisian, tentunya memiliki tujuan yang sangat baik untuk ke amanan dan ketertiban untuk kita semua khusunya di Kota Mataram.


“Namun, kami perlu memberikan catatan kepada Aparat Kepolisian dan semua pihak terkait bahwa, jika penegakan dan penindakan hanya berfokus di hilirnya saja (Masyarakat Kecil) kami khawatir justur akan menimbulakn masalah baru, sehingga kami mendorong Kapolresta Kota Mataram berkoordinasi dengan pemerintah kota mataram dalam hal ini Dinas Terkait (Diskominfo, Disnaker, Disprindag, Dishub) yang ada di lingkup Pemerintah Kita Mataram agar segera mencari jalan keluar,” Ungkap Rafial Nazier kepada Media. Selasa, (22/06).


“Karena kami melihat, adanya ketidak seimbangan yang terjadi atas dasar kebijakan yang diberlakukan dengan apa yang terjadi di lapangan.  Kebijakan di hulu seringkali tidak bisa diterjemahkan sampai ke hilir baik oleh pemerintah maupun masyarakat sehingga sering terjadinya mis komunikasi yang bisa mengakibatkan konflik dan kesalah pahaman,” terangya.


Berdasarkan hasil investigasi PMII Mataram, proses pembuatan kartu pengenal untuk juru parkit dinilai lamban.

“kami telah melakukan wawancara ke beberapa juru parkir, mereka mengungkapkan lambannya proses pembuatan kartu juru parkir sehingga banyak u\yang melakukan parkir liar. Artrinya ini masalah bukan datang dari bawah tapi dari Intansi terkait” pungkasnya. (red) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama