SBMI Geram, Maraknya CPMI Lombok Timur Jadi Korban Perdagangan Orang



Lombok Timur, terashukum.com - Hampir setiap hari permasalahan yang terjadi yang di alami para PMI, Hal tersebut disebabkan karena Prilaku para tekong (calo), yang merekrut Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tanpa di bekali pengetahuan tentang bagaimana memberangkatkan atau menyalurkan PMI ke luar Negeri. 


Sebab itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Lombok Timur Usman, Mengatakan bahwa menjadi penyalur itu tidak mudah, harus memiliki legalitas, paham terhadap aturan, paham mekanisme trutama dalam perekrutan kepada masyarakat, dan tidak sembarangan dalam melakukan perjanjian kepada calon PMI dengan mengiming-imingi gaji besar. 


Perilaku tersebut sebut Usman, sangat besar dampaknya terhadap apa yang marak terjadi saat-saat ini. "Kasus yang di alami Oleh (Yuli Handayani. Red) asal Suralaga juga sampai saat ini masih terkatung-katung di negara Abudabi dikarenakan ulah sponsor yang tak memiliki izin resmi perkrutan," Tegasnya. 


Lebih lanjut, Usman memandang persoalan kekerasan PMI bukan saja yang di alami (Yuli.red), Saat ini Calon PMI asal Desa Denggen Timur Kecamatan Selong juga mengalami kasus Perdagangan Orang yang di janjikan bekerja di Negara Polandia dengan biaya pembrangkatan 24 Juta per-orang, Jelas Usman pada Senin, (31/05/2021). 


"Ada juga sekarang ini 5 orang asal Denggen timur yang di rekrut Oleh Tekong dengan Inesial (S) asal Lombok Timur, sampai saat ini blum bisa memberangkatkan CPMI tersebut. Uang orang udah di ambil dengan jumlah 120 juta seluruhnya, kan kasian juga, dan CPMI teesebut jelas datang melapor ke kantor kami untuk meminta bantuan supaya di proses dan diselesaikan secepatnya," tukasnya.


Usman mengakui, baru-baru ini mencuat kasus perdagangan orang CPMI asal Embung Tiang Kecamatan Sakra Barat, yang ternyata 9 CPMI uangnya di kebas Tekong berkisar 15 juta per Orang.


"Ini ada baru lagi 9 orang datang ngelapor ke kantor, juga perdagangan orang dengan jumlah uang yang di tilap oleh oknum Tekong (sponsor) tersebut 135 juta dari 9 CPMI dan 4 orang dari Kabupaten Lombok Barat, yang direkrut oleh orang yang sama dan mengeluarkan sejumlah uang sebesar Rp 15.000.000 perorang",Terangnya.


Menurut Usman, berkas mereka semuanya sudah lengkap, baik itu kuitansi maupun dokumen lainnya. "Semua dokumen CPMI maupun kasus yang menimpa Yuli Yang hingga saat ini sudah masuk 8 bulan sdah lengkap dokumennya tinggal di masukkan ke pihak APH untuk menindak lanjuti persoalan-persoalan tersebut," Bebernya.


Usman, mengimbau kepada semua masyarakat yang inigin keluar negeri untuk mencari Rizqi ataupun agar berhati hati, waspada terhadap para calo, Tekong yang merayu untuk bekerja keluar negeri dengan janji manis yang tidak jelas. 


"Jangan masyarakat mudah percaya terhadap Tekong, calo ataupun seponsor yang mengajak ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Sekarang perlu hati hati dan perbanyak bertanya kepada pihak-pihak yang mengetahui mekanisme pemberangkatan seperti Disnaker setempat", Imbaunya


Masih kata Usman, Jangan mudah percaya oleh rayuan dan bujukan para tekong yang tidak bertanggung jawab yang kemudian mengakibatkan kerugian yang cukup besar terhadap para CPMI sendiri. "Kami di SBMI selalu senantiasa bersama Buruh Migran untuk mensosialisasikan bagaimana menjadi pekerja migran yang baik dan aman", Tutupnya.(red) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama