Bupati Lotim Jabarkan Makna Simbolik Bendera PMII


Lombok Timur, NTB. TERASHUKUM - Bupati Kabupaten Lombok Timur, Drs. H.M. Sukiman Azmy ternyata paham betul dengan makna bendera Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). 


Hal itu terbukti saat menghadiri acara ramah-tamah senior alumni dan peserta Kongres PMII yang ke 20 Zona 5 meliputi wilayah Jawa Timur-Bali Nusra pada Rabu malam, 17 Maret 2021 di kediaman Wakil H.Rumaksi Sjamsuddin, SH, Wakil Bupati Lombok Timur di Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya. 


Bupati Sukiman menjelaskan bahwa PMII didirikan dengan semangat keindonesiaan dan keislaman yang luar biasa. Hal itu dapat dilihat, kata Bupati, dari makna yang tersimpan dalam tiap simbol di bendera PMII. 


"Ketika Kiai Said Budairy menciptakan lambang itu (PMII -red) menunjukkan semangat  keislaman dan keindonesiaan," ujarnya.


Bintang yang paling besar, yang terletak di bagian atas dan berada di tengah-tengah itu, jelas Bupati Sukiman, menyimbolkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sementara empat bintang yang mengapitnya  melambangkan empat sahabat Khulafaur Rasyidin.


Kemudian empat bintang yang ada di bawah itu melambangkan bahwa corak keislaman masyarakat di Indonesia mengadopsi empat mazhab fiqih yaitu Mazhab Maliki, Hanafi, Hambali dan Syafi'i.


Apa yang menunjukkan ke-Indonesia-annya, sambung Bupati, ialah gabungan dari semua bintang itu, sehingga menjadi Sembilan, Lima bintang di atas dan empat Bintang di bawah.


"Sembilan Bintang itu melambangkan Wali Songo, penyebar Islam di Nusantara, dan Wali Songo itu hanya ada di Indonesia, tidak ada di tempat lain," jelasnya sembari mengajak untuk membayangkan betapa tingginya makna simbol tersebut yang mampu merajut keislaman dan keindonesiaan di dalamnya.


Sukiman mengaku bahwa perwujudan Keislaman dan Keindonesiaan yang menjadi ruh berdirinya organisasi PMII dapat disaksikan dalam kesempatan tersebut. 


"Indonesia seperti ditunjukkan di sini, ada yang rambutnya gondrong tapi do'anya tadi luar biasa, ada yang rambutnya kuning tapi di jadi ketua cabang, macam-macam yang kita lihat di sini, Indonesia seperti ditunjukkan di sini," ujarnya. 


Karena itulah, kata Bupati Sukiman, jangan sampai kebesaran PMII itu dikerdilkan dengan kepentingan-kepentingan pribadi yang receh, murahan, dan remeh-temeh melainkan harus dibuka selebar-lebarnya untuk kepentingan bangsa Indonesia.


"Oleh karenanya jangan kerdilkan kebesaran organisasi ini, bukalah ia seluas-luasnya untuk kepentingan bangsa sebagaimana dicita-citakan dulu oleh para pendirinya," pungkasnya.


Bupati mengajak para alumni dan kader PMII yang hadir untuk menyegarkan menjadikan momen itu untuk mengingat kembali bahwa ada tugas besar yang harus dilakukan dan diperjuangkan. (Tim-Farizi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama