Aliran Sungai Ditutup, Warga Surabaya Kecam PT. Shinta Aqua Culture


Lombok Timur, NTB. TERASHUKUM - Aliansi Masyarakat dan Nelayan Sakra Timur kembali menggelar hearing dengan perusahaan tambak udang yang dibangun oleh PT. Shinta Aqua Culture, yang berlokasi di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.

Beberapa poin tuntutan Aliansi tersebut selain meminta kejelasan izin, Muazzin selaku koordinator Aliansi juga meminta kepada pihak perushaan agar tertib dalam menjalankan aturan bernegara.

Pasalnya, Ia mengatakan sungai yang dari dulu digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi keberlangsungan hidupnya. Malah saat ini ditutup alirannya oleh perusahaan tambak udang tersebut.

"Kami menuntut kembalikan sungai itu, jangan ditutup. Ada itu bukti penutupannya, bahkan beberapa OPD juga menyaksikan secara langsung hal itu," lugasnya ketika berada di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur.

Ia sendiri tidak pernah menyalahkan pihak perusahaan dalam hal pembuatan saluran air atau irigasi untuk membungan limbah hasil tambak udang tersebut.

Namun ia kembali menegaskan, agar aliran sungai yang sudah di tutup secara permanen oleh PT. Shinta Aqua Culture itu nantinya dibuka kembali. Karena itu merupakan tuntutan dari masyarakat Desa Surabaya.

Menjawab persoalan itu, Basuki selaku penanggung jawab PT. Shinta Aqua Culture membantah telah menutup aliran sungai tersebut. Ia berdalih itu merupakan mengalihan arus sementara untuk perbaikan sungai.

"Kami mau pasang dengan talut, itu kan harus dikasih aliran sungai dulu sementara," dalihnya.

Menurutnya, kalaupun nanti terjadi kerusakan sungai di areal tambak udang itu. Nantinya menjadi tanggung jawab dari perusahaan, bukan lagi menjadi tanggung jawab dari pihak Pemerintah Desa Surabaya.

"Kalaupun terjadi abrasi nanti, itu tanah kami. Bukan tanah Desa," imbuh Basuki.

Selain itu, Ia juga heran dengan Aliansi yang mengatasnamakan masyarakat Desa Surabaya. Sebab, menurutnya itu tidak pernah mewakili suara dari masyarakat Desa Surabaya.

"Masyarakat Desa Surabaya yang mana?, masyarakat Desa Surabaya sudah mengontak kami, jangan mengatasnamakan masyarakat Desa Surabaya," tuturnya. (iga)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama