Program Koneksivitas Digital, 150 Ribu Layanan Publik Akan Dapat Jaringan Internet


Nasional. TERASHUKUM - Guna melanjutkan transformasi digital yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI). Pada hari ini (26/2) Kominfo RI meluncurkan Program Koneksivitas Digital 2021, yang berlokasi di Istana Negara.

Menggunakan Satelit SATRIA-1, nantinya penyediaan akses internet ditargetkan bagi 150 ribu layanan publik diseluruh Indonesia.

Dengan rincian 3.700 titik untuk layanan publik fasilitas kesehatan, 93.900 titik untuk sekolah dan pesantren, 47.900 titik untuk kantor Desa dan Kelurahan, dan terdapat 4.500 titik untuk layanan publik lainnya.

Berdasarkan data Kominfo RI terdapat 501.112 titik layanan publik di Indonesia. Artinya terdapat 44.888 titik yang belum dimasukkan dalam canangan program tersebut.

Adapun Satelit SATRIA-1 tersebut rencananya akan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2023. Dengan kapasitas transmisi satelit 150 Gbps dan kecepatan pertitik mencapai 1 Mbps.

Menteri Kominfo Jhonny G. Plate mengatakan, program konektivitas tersebut bukan hanya untuk menyediakan akses internet. Namun bertujuan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19.

"Program-program ini tidak saja menjadi persyaratan bagi transformasi digital. Tetapi juga menjadi akselerator bagi transformasi dan reaktivator untuk mendukung PEN di saat masa pandemi Covid-19," jelas Menteri di akun Intsagram resmi Kominfo RI.

Pada program konektivitas Digital 2021 nantinya akan mencakup ketersediaan kapasitas satelit multifungsi pemerintah Satria, pembangunan menara-menara BTS. Serta ikut dalam program digital talent scholarship, dan gerakan nasional literasi digital.

Pada kesempatan itu juga, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah telah bekerja keras membangun konektivitas nasional.

Selain melalui tol laut, jaringan rel kereta api, jalan-jalan perbatasan, pembangunan bandara dan pelabuhan. Pembangunan konektivias juga bertujuan untuk menjangkau akses internet dipelosok Indonesia.

"Kita juga membangun konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Nusantara melalui tol langit," tutur Presiden. (iga)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama