PKC PMII Bali-Nusra Dukung Terbentuknya KLS, Fauzan: Akses Warga Selatan Itu Sulit


Lombok Timur, NTB. TERASHUKUM - Rancangan pemekaran sebagian wilayah Kabupaten Lombok Timur menjadi Kabupaten Lombok Selatan (KLS) di anggap sebagai kebijakan yang tepat. Pasalnya salah satu kendala yang sering di rasakan oleh warga selatan. Yaitu sulitnya akses administrasi ke pusat Kota Selong yang merupakan akses utama adminstrasi saat ini di Lotim.

"Sebab kalau KLS di bentuk. Pasti akan memudahkan akses masyarakat kita yang berada di pelosok selatan," kata Muhammad Fauzan, Wakil Ketua Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra. 30/01/2021.

Pria yang juga asli keturunan selatan tersebut merasa memahami betul dilema dari masyarakat selatan. Oleh sebab itulah ia sangat mendukung jika KLS bisa terwujud ke depannya. Bahkan dirinya berharap jika KLS tebentuk tahun 2021 ini.

Ada delapan Kecamatan yang masuk dari daftar rencana pemekaran KLS yaitu Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Keruak, Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Sakra, Kecamatan Sakra Timur. Kecamatan Sikur, Kecamatan Terara, dan Kecamatan Montong Gading.

Ia juga mengusulkan jika nantinya KLS terwujud agar menempatkan ibu kotanya di daerah yang berada di selatan. Sesuai dengan letak gografis maka Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Keruak yang lebih berhak mendapatkan predikat ibu kota KLS.

"Saya rasa Jerowaru itu ibu kota yang paling pas buat KLS. Namanya juga KLS, ya harus donk ibu kotanya dari wilayah selatan," sarannya.

Jika nantinya KLS terbentuk maka secara otomatis Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di wilayah selatan. Akan bisa terkoordinir dengan baik. Bahkan Sumber Daya Alam (SDA) yang di miliki oleh delapan kecamatan tersebut bisa termanfaatkan dengan baik.

"Kita sudah punya pandandure yang notabenenya bisa mengurangi angka kekeringan di wilayah selatan. Itu juga nanti bisa jadi PDAM-nya KLS," tuturnya.

Di samping itu ia juga menyentil jika nantinya KLS terwujud tentu akan lebih memunculkan potensi warga selatan. Untuk menjadi pucuk pimpinan tertinggi di wilayah selatan.

"Kalau masih di Lotim maka kami pasti akan kesulitan memunculkan Bupati. Tapi kalau KLS terbentuk maka Bupati kami juga pasti asalnya dari selatan," paparnya. (tim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama