Prakarsa Lotim Beri Dukungan terhadap TNI dan Polri

Foto: Abdul Qodir Jaelani


Lombok Timur, Terashukum.com
- Guna mengantisipasi situasi yang kurang stabil dengan kondisi yang saat ini di alami di sebagian wilayah yang ada di Indoensia, perlu adanya sikap pergerakan yang nyata untuk menetralisir hal-hal yang berdampak buruk ke depannya bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)


Menyikapi situasi yang demikian saat ini, Lembaga Sosial Prakarsa Lombok Timur mendeklarasikan untuk mendukung penuh upaya Tentara Negara Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.


"Kami sangat mendukung upaya TNI dan Polri dalam menegakkan hukum, untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang damai," sebut Abdul Qadir Jaelani, selaku koordinator Prakarsa Lombok Timur pada sabtu, 19 Desember 2020.


Pasalnya, jika melihat kondisi yang dialami oleh Bangsa Indonesia saat ini kata pria yang akrab di sapa AQJ tersebut tentu dibutuhkan kerjasama yang baik agar institusi penegak hukum bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, sesuai dengan perintah perundang-undangan.


Dengan begitu, ia meminta untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan tentu semua pihak yang terkait dalam hal ini harus bisa menahan diri. Agar bisa menghormati proses hukum yang ada.


"Intinya, kita berikan ruang terhadap aparat untuk bekerja secara profesional. Jangan di ganggung, di bully, apalagi sampai di intimidasi melalui sosial media," ujarnya.


Terlebih lagi dengan sikap sebagian masyarakat yang tidak menunjukkan i'tikad baik seperti itu, tentu menurutnya akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sebab, dengan perilaku masyarakat yang demikian tentu akan ada sebagian masyarakat juga yang akan meniru dan menjalankan perilaku yang kurang baik tersebut.


Adanya sebagian masyarakat yang selalu menyalahkan Negara saat ini, ia mengatakan hal itu merupakan tindakan yang kurang bijaksana. Mengingat, aparat penegak hukum saat ini sedang bekerja, tentu dengan tindakan yang seperti itu akan mengganggu kinerja dari institusi tersebut.


"Apapun itu, siapapun itu, Ormas manapun, saya kira harus patuh di Negara yang sudah diatur sedemikian rupa oleh hukum Negara ini," sebutnya.


Karena dengan menunjukkan sikap yang taat kepada aturan dan patuh terhadap regulasi Negara, tentu akan melahirkan masyarakat yang bertanggungjawab ke depannya.


"Sadarilah, sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk sama-sama menjaga Negara ini. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," peringatnya. (gok)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama